Selasa, 22 Juni 2021

Embun dan Bunga

 1. Mentari Pagi Ini

           Sinar mentari mulai menembus sela-sela daun, seolah berlomba-lomba untuk bisa mencapai bumi terlebih dahulu. Suara burung berkicau menambah riuhnya persaingan. Butiran embunpun tak mau kalah dengan persaingan mereka. Ia beranjak pergi meskipun harus meninggalkan bunga yang telah menyediakan kelopaknya untuk ia bersandar meski sesaat. 

Hoshhh.. Aku menghela nafas panjang. Satu hari lagi harus kulalui, tak peduli seberapa putus asa dan lelahnya jiwa ini untuk menjalani kehidupan. Tapi, Tuhan tak mengijinkanku untuk berhenti. Aku melangkah perlahan menuju kamarku kembali. Sudah cukup menikmati pertunjukan pagi ini. Yahh,, itu adalah caraku untuk menikmati hidup. Hanya sesaat dan tak perlu banyak kata, kita bisa melihat isi dunia ini. Dimana dunia ini hanya berisi mengenai persaingan meski harus berhianat. Miris, tapi setidaknya memang itulah yang kulihat sejauh ini.


Kringgg....

"Halo Tania, kamu udah siap belum ?"

"Kayaknya aku ijin deh hari ini Ren, lagi nggak enak badan nih."

"Kamu sakit ?"

"Nggak kok, cuma butuh istirahat aja."

"Aku bawain sarapan ya, kamu mau apa ? Bubur ayam ? Kamu kan suka banget bubur ayam"

"Nggak usah Ren, aku udah beli kok. Tadi ada bubur ayam lewat."

"Ya udah, kamu jangan lupa minum obat ya.. Istirahat yang cukup, tidur aja. Nanti aku mampir."

"Makasih."

"Iya Tan,, See you."

Tuuutttt.. Aku mematikan telefon. 

Rabu, 16 Juni 2021

Aku dan keputus asaanku

Kadang aku berpiki. Kenapa dunia begitu tak adil. Setiap kali ki terjatuh, aku selalu berusaha bangkit tanpa mengeluh. Aku berjalan terus menghadap ke depan. Fokus untuk bangkit, aku tak peduli harus jalan seperti apa yang kulalui. Yah.. hasil tidak akan menghianati usaha. Perlahan-lahan aku menikmati hasil dari apa yang kuperjuangkan. Senang, bangga dan puas. Namun aku tidak akan berdiam dan merasa cukup. Aku tetao berjuang karena hidup ini terlalu tidak pasti untuk kita bersantai. Dan ketika aku akan mencapai di titik kesuksesan ku. Semua keadaan silih berganti memburuk menerjang hidup ku. Seolah Tuhan berkata "Tidak. Ini bukan waktunya kamu bahagia. Aku masih ingin melihatmu berjuang lagi." Hum.... Lelah ? Bangett Putus asa ? Pastii Ingin mundur ? Jelass Tapi bagaimana, hidup harus tetap berjalan. Mungkin jika menyerah itu boleh, aku akan menyerah. Tapi pilihan itu tidak ada. Mau tidak mau aku harus terus berjuang. Aku.. Masih mencoba untuk bangkit kembali. Meski rasa lelah begitu mendominasi

Embun dan Bunga

 1. Mentari Pagi Ini              Sinar mentari mulai menembus sela-sela daun, seolah berlomba-lomba untuk bisa mencapai bumi terlebih dahul...