Senin, 06 Juli 2015
puisi untuk generasiku
Kala cinta bersemi di hatimu yang sunyi, mampukah kau menjaganya ? Menjaga dri mata-mata pengintai.
Kala cinta menyapamu, mampukah kau tersenyum ramah, meski anjing menggonggongimu.
Ketika sang raja berkunjung ke gubukmu, mampukah kau menutupnya demi merekahnya sekuntum mawar
Mampukah kau menjaganya, meski taman indah di depanmu.
Akankah kau berbuat bodoh, dengan menjamu tamu dengan beras yang masih di tumbu bambu.
Cinta mengajarkan bagaimana kau dapat menghirup harumnya mawar meski kau tak disampingnya, menjadikan taman penuh kembang tanpa kau menginjak rumputnya.
Tapi akankah para kurcaci mengetahui tentang itu ? Tidak. Mampukah mereka ? Tidak. Karena mereka lebih suka bermimpi di atas api. Mencari berlian di anak sungai. Dan mencari mawar di tumpukan jerami.
Andai mereka mengerti, kebahagiaan sang kaisar kepada permaisurinyalah yang mereka dapat.
puisi untuk generasiku
Kala cinta bersemi di hatimu yang sunyi, mampukah kau menjaganya ? Menjaga dri mata-mata pengintai.
Kala cinta menyapamu, mampukah kau tersenyum ramah, meski anjing menggonggongimu.
Ketika sang raja berkunjung ke gubukmu, mampukah kau menutupnya demi merekahnya sekuntum mawar
Mampukah kau menjaganya, meski taman indah di depanmu.
Akankah kau berbuat bodoh, dengan menjamu tamu dengan beras yang masih di tumbu bambu.
Cinta mengajarkan bagaimana kau dapat menghirup harumnya mawar meski kau tak disampingnya, menjadikan taman penuh kembang tanpa kau menginjak rumputnya.
Tapi akankah para kurcaci mengetahui tentang itu ? Tidak. Mampukah mereka ? Tidak. Karena mereka lebih suka bermimpi di atas api. Mencari berlian di anak sungai. Dan mencari mawar di tumpukan jerami.
Andai mereka mengerti, kebahagiaan sang kaisar kepada permaisurinyalah yang mereka dapat.
Jumat, 03 Juli 2015
tabir cinta
Menguak tabir cinta layaknya menguak misteri kehidupan. Sering kali dibingungkan dengan hal-hal yang tak logis. Cinta bukanlah mengenai teori ataupun rumus yang ada. Namun cinta mengenai kepercayaan. Layaknya percaya kepada sang pencipta. Jika kita menilai cinta dengan teori semata. Maka tak akan ada yang namanya cinta. Karena cinta bukan suatu rumus pasti. Cinta adalah kabut yang memenuhi udara. Cinta hanya dapat dipahami oleh rasa, dilakukan dengan kepercayaan. Tanpa kepercayaan, cinta tidak akan pernah ada.
Cinta bukan hanya tentang bahagia dan duka. Bukan hanya tentang idealis struktural. Tapi cinta, bagaimana kita dapat tersenyum ketika cinta kita berada dijalan yang salah. Ketika kasih kita menuju jalan yang salah. Dan ketika dia pergi meninggalkankan kita. Kita tidak dapat memilih dan memaksakan cinta. Salah satu pujangga mengatakan, "we didn't choose love, love choose us". Bagaimana kita menanti cinta kita yang hilang. Ataukah kita ganti dengan cinta yang lebih layak. Tidak. Menurutku cinta manusia hanya satu, namun mereka tidak bisa membedakan mana cinta dan mana kasih. Cinta memang ada, tapi tak pasti kita akan bersama dengan cinta.
Biarkan cinta datang menghampirimu diwaktu yang tepat. Tak usah kau jemput atau kau ungkap cinta itu sebelum waktunya. Karena dengan begitu kau akan lebih terjaga. Tak perlu kita menjelaskan dengan kata-kata mengenai cinta. Karena cinta tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Hanya orang bodoh yang meminta cinta dari sebuah kata-kata. Karena cinta tak semudah didengar begitu saja. Karena dalam cinta sejati, terselimut kabut yang membentengi. Karena cinta, adalah misteri. Yang hanya bisa dirasakan oleh dua insan, dengan ketenangan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Embun dan Bunga
1. Mentari Pagi Ini Sinar mentari mulai menembus sela-sela daun, seolah berlomba-lomba untuk bisa mencapai bumi terlebih dahul...